• Pengertian Promosi: Definisi, Tujuan, Jenis, dan Contoh Promosi

    Pengertian Promosi Secara Umum

    Apa itu promosi? Pengertian Promosi adalah suatu akitivitas komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau suatu perusahaan dengan masyarakat luas, dimana tujuannya adalah untuk memperkenalkan sesuatu (barang/ jasa/ merek/ perusahaan) kepada masyarakat dan sekaligus mempengaruhi masyarakat luas agar membeli dan menggunakan produk tersebut.
     
    Promosi adalah kegiatan pemasaran yang umum dilakukan tenaga pemasar untuk memberikan informasi suatu produk dan mendorong konsumen agar melakukan pembelian produk tersebut. Cara dan media promosi ada banyak sekali, bahkan metode promosi selalu berkembang dari waktu ke waktu.
     
    Masyarakat awam sering mendengar dan membaca promosi, baik itu promosi dalam bentuk media cetak, baliho, billboard, radio, televisi, dan internet. Mereka yang memiliki minat yang sesuai dengan iklan atau promosi tersebut umumnya akan membaca informasi yang ada di promosi tersebut lebih lama.
     

    Pengertian Promosi Menurut Para Ahli

    Agar lebih memahami apa arti promosi, kita dapat merujuk kepada pendapat beberapa ahli. Di bawah ini adalah pengertian promosi menurut para ahli:
     
    1. Harper Boyd
     
    Menurut Boyd, definisi promosi adalah upaya membujuk orang untuk menerima produk, konsep dan gagasan.
     
    2. Swastha
     
    Menurut Swastha, pengertian promosi adalah persuasi satu arah yang di buat untuk mempengaruhi orang lain yang bertujuan pada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
     
    3. Boone & Kurtz
     
    Menurut Boone dan Kurtz, definisi promosi adalah proses menginformasikan, membujuk, dan mempengaruhi suatu keputusan pembelian.
     
    4. Tjiptono
     
    Menurut Tjiptono, arti promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
     
    5. Kotler
     
    Menurut Kotler, pengertian promosi adalah bagian dan proses strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar dengan menggunakan komposisi bauran promosi “promotional mix”.
     
    6. Gitosudarmo
     
    Menurut Gitosudarmo, pengertian promosi adalah kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka mengenal produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut.
     

    Tujuan Promosi

    Semua orang yang melakukan promosi pasti punya tujuan yang ingin dicapai. Mengacu pada pengertian promosi di atas, berikut ini adalah beberapa tujuan promosi pada umumnya:
     
    1. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai suatu produk (barang/ jasa) kepada masyarakat atau calon konsumen potensial..
    2. Untuk menjangkau dan mendapatkan konsumen baru serta menjaga loyalitas mereka.
    3. Untuk membantu meningkatkan angka penjualan sekaligus meningkatkan keuntungan.
    4. Untuk membantu mengangkat keunggulan dan membedakan suatu produk dengan produk dari pesaing.
    5. Untuk branding atau menciptakan citra suatu produk di mata konsumen sesuai keinginan perusahaan.
    6. Untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku konsumen terhadap suatu produk.
    Jadi, secara keseluruhan tujuan utama melakukan promosi adalah agar meningkatkan angka penjualan dan keuntungan usaha.
     

    Jenis-Jenis Promosi

    Cara pemasaran yang sangat beragam telah menciptakan berbagai bentuk dan cara promosi yang sangat beragam pula. Secara umum, berikut ini adalah beberapa jenis promosi yang banyak kita temukan saat ini:
     
    1. Promosi Secara Fisik
     
    Promosi seperti ini dapat kita temukan pada event atau kegiatan tertentu, misalnya bazar, konser, pameran, dan lain-lain. Dalam kegiatan promosi ini biasanya para penjual membuka booth untuk menawarkan produknya (barang/ jasa).
     
    Promosi secara fisik memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari promosi jenis ini adalah memungkinkan pengusaha untuk menjangkau langsung dan melakukan interaksi langsung dengan calon konsumen.
     
    Sedangkan kekurangan jenis promosi seperti ini adalah terbatasnya calon konsumen yang dapat dijangkau. Kegiatan seperti ini hanya diadakan pada lokasi tertentu, misalnya perkantoran, sekolah/ kampus, mall, dan lain-lain, sehingga hanya orang yang berada di lokasi yang dapat dijangkau.
     
    2. Promosi Melalui Media Tradisional
     
    Promosi jenis ini dulunya sangat efektif untuk meningkatkan penjualan. Beberapa diantaranya adalah promosi melalui media cetak (koran, majalah, tabloid, dan lain-lain), radio, televisi, iklan banner, billboard, dan lain-lain.
     
    Promosi jenis ini memiliki keuntungan tersendiri dibanding promosi secara fisik, yaitu dapat menjangkau banyak calon konsumen dalam waktu lama. Namun, jenis promosi ini punya kekurangan yaitu mahalnya biaya promosi, baik dari sisi medianya maupun biaya promosinya.
     
    3. Promosi Melalui Media Digital
     
    Perkembangan teknologi dan media informasi telah mengubah cara promosi di era digital. Beberapa promosi melalui media digital yang banyak dilakukan adalah melalui media sosial, jaringan website, mesin pencari, dan lain-lain.
     
    Para pengusaha yang sudah melek teknologi lebih memilih untuk mempromosikan bisnis mereka melalui internet. Selain karena lebih murah, dapat menjangkau banyak orang, serta proses promosinya juga dianggap lebih mudah dan cepat.
     
    Kelebihan promosi melalui media digital adalah biayanya yang cenderung lebih murah, pelaksanaannya lebih mudah dan cepat, serta dapat menjangkau pengguna internet di seluruh dunia.
     
    Sedangkan kekurangan promosi digital adalah dibutuhkannya kreatifitas dalam berpromosi secara terus menerus karena ada banyak kompetitor yang bermain di dalamnya. Dengan kata lain, kunci keberhasilan promosi digital adalah pada keunikan dan tepat sasaran.
     

    Contoh Promosi

    Sebenarnya kita sudah sering sekali melihat dan mendengar promosi setiap harinya, baik melalui televisi, smartphone, majalah, dan berbagai media lainnya. Berikut ini adalah beberapa contoh promosi yang pernah berlangsung:
     
    1. Promosi di restaurant: Beli Makanan A Gratis Minuman Dingin.
    2. Promosi penjualan retail: Membeli 2 Pasang Kaus Kaki, Gratis 1 Pasang Kaus Kaki.
    3. Promosi provider telekomunikasi: Nelpon selama 10 menit dapat Gratis telpon selama 1 jam ke provider yang sama.
    4. Promosi penjualan property: Beli Rumah Dapat Kulkas dan AC
    Masih banyak contoh promosi yang bisa kita temukan setiap hari. Berbagai promosi tersebut bertujuan untuk mempengaruhi penilaian calon konsumen sehingga memutuskan untuk segera membeli.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • BRANDING: Salah Satu Kunci Sukses Bisnis Kamu Lho!

    Kamu punya usaha, dan pastinya banyak pesaingnya kan? Lalu bagaimana supaya usaha kamu bisa stand out dibandingkan dengan kompetitor kamu? Jawabannya adalah dengan melakukan branding!

    Sayangnya, masih banyak orang yang bingung mengenai apa sih branding itu. Yuk kita kupas satu per satu tentang branding ini.

    Branding Itu Apa sih?

    Sebelum masuk pembahasan mengenai apa yang dimaksud dengan branding, kamu harus mengetahui tentang “Brand”.
     
    Loh, Brand dan Branding memangnya beda ya? IYA. Mereka adalah 2 hal yang berbeda tapi tidak akan bisa terpisahkan. Supaya lebih mudah, mari kita illustrasikan dengan produk air mineral yang ada disekeliling kita.
     
    Begitu banyak pilihan merek air mineral yang dijual di pasaran, sama-sama berupa cairan dan bening warnya. Namun kenapa kita bisa lebih memilih satu merek tertentu dari sekian merek yang ada? Coba kita bandingkan antara Aqua, Le mineral, Pristine. Kebanyakan orang menilai:
     
    Aqua – sudah percaya karena produk lama dan aman untuk dikonsumsi
    Le mineral – ada rasa manisnya sedikit
    Pristine – bagus untuk meningkatkan kesehatan karena ada alkali
    Penilaian inilah yang menjadi brand suatu merek produk/ jasa di masyarakat. Bisa disimpulkan bahwa brand adalah penilaian seseorang atas suatu produk atau perusahaan dan setiap orang punya versinya masing-masing. Hasilnya bisa positif dan negatif, tergantung dari bagaimana produk/jasa tersebut membangun brand mereka sendiri.
     
    Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana orang-orang bisa sampai menilai suatu produk/perusahaan? Semua bisa terjadi karena adanya proses branding.
     
    “Branding is endowing products and services with the power of brand” (Kotler & Keller, 2015)
     
    Gampangnya, branding adalah proses serta strategi pemberian value kepada perusahaan, produk, ataupun jasa dengan membentuk sebuah brand dalam benak pelanggan. Diharapkan dengan melakukan branding ini, para klien/pelanggan bisa tertarik kemudian bisa loyal pada suatu produk/jasa tertentu.
     

    Siapa yang Akan Terkena Dampak dari Branding?

    Yang akan paling terkena dampaknya adalah mereka yang sudah atau akan menjadi pelanggan, karyawan, investor, atau pihak ke-tiga manapun yang bersangkutan dengan jenis bisnis yang sedang dijalani.
     
    Orang-orang cenderung memliih dan loyal pada suatu produk, jasa, atau perusahaan yang bisa menjawab kebutuhan mereka baik dari segi fungsional maupun dari segi kenyamanan/kepercayaan yang diberikan produk/jasa itu sendiri.
     

    Kapan Kamu Harus Melakukan Branding?

    Ketika kamu memulai sebuah bisnis, sudah pasti kamu harus melakukan branding untuk bisnis terserbut, Namun, sebelum itu, kamu harus membangun personal branding untuk diri kamu sendiri.
     
    Bentuk dirimu sebagai sebuah brand yang dikenal positif oleh orang-orang disekeliling kamu. Ini akan memudahkan kamu untuk bisa bersosialisasi dan berbisnis dengan orang lain.
     

    Mengapa Harus Melakukan Branding?

    Sebenarnya jawaban untuk pertanyaan yang satu ini sudah dibahas sebelumnya. Dengan melakukan branding, bisnis kamu akan mempunyai nilai tersendiri alias menonjol dibandingkan kompetitor lainnya.
     
    Tapi satu hal yang harus diingat, brand yang terbangun di masyarakat bisa positif dan negatif. Jadi kamu harus pintar dan berhati-hati ketika melakukan branding.
     

    Bagaimana Cara Melakukan Branding?

    Ada berbagai cara yang bisa kamu coba untuk membangun brand dalam bisnis kamu. Kamu bisa dari sisi:
    1. iklan dan komunikasi
    2. produk dan desain kemasan
    3. in-store experience 
    4. harga
    5. sponsor dan partnership
    6. identitas visual (contoh: logo, website, warna, dll)
    7. dan masih banyak lagi
    Melakukan brandig pada sebuah bisnis memang gampang-gampang susah. Semua bisa kamu explore sesuai dengan bisnis dan target market yang ingin kamu raih. Biar tidak salah langkah, kamu bisa buat survey sebelum melakukan branding. Hasil survey ini bisa jadi referensi kamu brand seperti apa yang ingin dibangun dan strategi branding seperti apa yang efektif untuk menjalankan bisnismu.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • 7 Cara Mendapatkan Uang dari Instagram Nyaris Tanpa Modal

    Menghasilkan Uang dari Instagram bukan hal baru lagi bagi sebagian orang. Bahkan sekarang ada banyak sekali cara unik untuk menghasilkan uang dari media sosial berbasis gambar dan video singkat ini. Ngga percaya? Atau belum tahu? Baca terus artikel ini ya.

    Hari gini siapa sih yang ngga kenal dengan #Instagram. Di Indonesia, Instagram merupakan salah satu media sosial yang sangat populer saat ini. Menurut sebuah berita di situs CNN, pada pertengahan tahun 2016 lalu pengguna Instagram di Indonesia saja mencapai 22 juta orang. Tentu pengguna Instagram ini terus meningkat di tahun 2017 ini dan seterusnya.

    Apa yang terpikirkan oleh Anda dengan angka tersebut? PELUANG BISNIS! Di mana ada keramaian, di situ ada peluang bisnis yang menguntungkan! Ini hukum alam yang wajib kita syukuri.

    Lalu, bagaimana cara menghasilkan uang dari Instagram yang telah membuat Anda penasaran hingga membaca artikel ini? Berdasarkan riset kecil-kecilan yang saya lakukan, berikut ini adalah cara yang paling sering dilakukan untuk mendapatkan uang dari Instagram

    Cara Menghasilkan Uang dari Instagram Nyaris Tanpa Modal

    1. Menjual Produk di Instagram
     
    Cara ini adalah yang paling sering kita temukan di Instagram. Ada banyak sekali akun Instagram yang dibuat khusus untuk berjualan di Instagram. Produk yang dijual pun beragam, sesuai dengan niche akun Instagramnya, mulai dari produk fisik maupun produk digital.
     
    Produk fisik yang paling laris dijual di Instagram biasanya yang berhubungan dengan wanita, seperti pakaian wanita, kosmetik, aksesoris, dan lain-lain. Sedangkan produk digital yang dijual di Instagram biasanya adalah eBook, dan juga membership.
     
    Mereka yang tidak punya produk sendiri, biasanya berjualan dengan sistem dropship atau reseller dari toko online lain. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bisa berjualan online di Instagram. Media promosinya sudah ada dan produk yang mau dijual pun sudah ada.
     
    2. Menjual Jasa di Instagram
     
    Selain berjualan produk fisik dan produk digital, di Instagram kita juga bisa menemukan akun yang menjual jasa. Lalu jasa apa yang bisa dijual untuk menghasilkan uang dari Instagram?
     
    Jenis jasa yang paling sering saya temukan di jual di Instagram antara lain:
     
    1. Jasa membuat desain (desain logo, desain kartu nama, desain banner, dan lain-lain)
    2. Jasa pembuatan website/ blog
    3. Jasa desain interior
    3. Menghasilkan Uang dari Instagram dengan Menjadi Buzzer
     
    Bisnis online dari Instagram yang satu ini cukup banyak dilakukan oleh para pemilik akun Instagram yang punya banyak followers. Menurut beberapa informasi yang saya temukan di beberapa website, jasa buzzer di Instagram ini bisa menghasilkan uang setidaknya $40 per hari.
     
    Namun untuk bisa menarik perhatian calon advertiser, akun Instagram Anda harus punya setidaknya 100.000 followers. Bahkan ada beberapa advertiser yang mematok minimal 500.000 followers.
     
    Biasanya yang membutuhkan jasa buzzer ini adalah para pedagang online yang punya sedikit followers. Dengan jasa buzzer diharapkan mereka mendapatkan followers baru atau terjadi penjualan produk.
     
    Bagi Anda yang mau meningkatkan Followers secara alami dan organik, Activfans bisa menjadi solusi. Karena tools Instagram ini akan membantu Anda meningkatkan followers organik sesuai dengan target market yang anda atur. Anda bisa mengecek fitur-fitur Terbarunya di sini ► Activfans (https://activfans.com).
     
    4. Bisnis Jasa Titip Beli Barang
     
    Bisnis yang satu ini sangat cocok dikerjakan oleh para pengguna Instagram yang juga punya hobi belanja dan traveling. Mereka disebut juga sebagai personal shopper dan kebanyakan yang menjalankan usaha ini via Instagram adalah para wanita.
     
    Jika kebetulan Anda sering traveling ke tempat-tempat yang menarik (misalnya luar negeri), Anda bisa menjalankan bisnis jasa titip beli barang ini. Atau Anda juga bisa menjalankan usaha ini di dalam negeri saja, misalnya dengan cara sering mengunjungi pameran, distro, mall, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat menarik lain yang sering menjual produk yang unik.
     
    Lalu Anda foto semua produk yang ada di sana dan posting di akun media sosial Anda dengan memberikan tag seperlunya. Dengan cara ini Anda bisa menjalankan sebuah usaha dengan modal yang minim tapi menguntungkan.
     
    5. Berjualan Foto di Instagram
     
    Nah, ini sangat cocok untuk mereka yang punya hobi fotografi dan sering menghasilkan jepretan foto yang bagus. Para pecinta fotografi bisa memposting foto-foto hasil karya mereka ke Instagram, tentunya dengan memberikan watermark terlebih dahulu.
     
    Dari sekian banyak pengguna Instagram, kemungkinan besar akan ada yang tertarik untuk membeli foto Anda tersebut. Jika mereka ingin mendapatkan foto tanpa watermark, mereka bisa membelinya dari Anda.
     
    6. Mendapatkan Uang di Instagram dengan Menjadi Endorser
     
    Endorser ini berbeda dengan buzzer. Menjadi seorang endorser berarti Anda seperti seorang ambasador sebuah produk tertentu. Dan untuk menjadi seorang endorser, Anda haruslah seseorang yang terkenal dan punya banyak fans yang bisa Anda pengaruhi.
     
    Salah satu contoh endorser yang cukup terkenal di Instagram adalah Ayu Tinging. Sebagai seorang endorser, Ayu Tingting akan mempromosikan sebuah produk di akun Instagram miliknya dengan menggunakan format tertentu, misalnya teks, gambar, atau video singkat.
     
    Selain mendapatkan uang, seorang endorser akan mendapatkan produk yang dipromosikan olehnya secara gratis.
     
    7. Berjualan Akun Instagram
     
    Cara mendapatkan uang dari Instagram yang satu ini biasanya dilakukan oleh para ‘peternak’ akun Instagram. Bisnis ternak akun Instagram ini cukup marak lho, dan terbukti cukup banyak yang membeli akun Instagarm yang mereka jual.
     
    Tentu saja akun yang dijual bukan sembarang akun. Para peternak akun Instagram ini biasanya menjual akun yang sudah cukup umur dan punya followers yang spesifik.
     
    Bagaimana cara mereka berternak akun Instagram? Biasanya mereka menggunakan software khusus untuk meningkatkan jumlah followers, namun tentu saja ada resiko dan hal lain yang mereka hadapi. Jadi, tidak sembarang orang bisa berjualan akun Instagram.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Kisah Seekor Kerbau

    Waktu kecil pekerjaan saya adalah mengembalakan kerbau. Biasanya di bulan Juni tiap tahun adalah libur sekolah yang panjang, sekitar sebulan lebih. Masa-masa itu saya mengembalakan kerbau. Kerbau yang kami miliki paling tiga ekor, tetapi tetangga kami memiliki kerbau diatas 50 ekor. Sewaktu menggembala, kerbau ini menjadi satu kumpulan saja. Tiap ekor kerbau memiliki nama tersendiri dan mereka mengerti jika namanya dipanggil. Unik memang, karena tiap kerbau ternyata memiliki kelakuan yang berbeda-beda satu sama lain, selain itu bentuk tubuh, warna rambut, bentuk tanduk, ekor, dll juga berbeda beda.

    Dari antara kerbau tetangga ini adalah seekor betina paling senior, karena umurnya sudah tua dan dia yang paling lama di kumpulan kerbau tersebut. Si ranga, itulah namanya, seekor kerbau betina yang tanduknya sangat panjang dan melebar kesamping membentuk u yang jauh, itulah sebabnya dia dinamakan si ranga. Si ranga sudah berumur delapan tahun, selama itu dia sudah lima kali beranak. Anak-anaknya adalah si Pelang, si Jorbut, si Bontar, si Lima Pijoran dan yang terakhir adalah si Tikko. Pemberian nama kerbau ini ada yang berdasarkan perilakunya, ada yang berdasar warnanya , ada yang berdasarkan bentuk tanduknya atau susunan rambutnya,dll.

    Si tikko sudah bermur dua tahun, namanya juga diberikan berdasarkan bentuk tanduknya yang tajam dan lurus di bagian atas, itulah sebabnya dia dinamakan si Tikko. Kerbau jantan ini sedikit sombong karena badannya besar dan berisi. Selain itu si Tikko merasa superior dan hebat, karena memang setiap hari dia diberikan rumput yang bagus dan berkualitas.

    Tiap sore si Tikko dimandikan pemiliknya dengan air hangat dan digosok gosok dengan sabuk kelapa. Kemudian badannya diberikan sedikit minyak tanah untuk mengusir lalat-lalat yang selalu berkerumun dibadannya. Si Tikko sangat senang, setelah Kenyang makan rumput yang bagus kemudian dia diberi makanan yang terbuat dari campuran ubi, garam, ikan, campuran makanan lezat bagi seekor kerbau (marsobur). Dimalam hari si Tikko masuk ke kandang yang hangat dan diasapi dengan api, itu juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk dimalam hari. Si Tikko merasa dia adalah kerbau yang hebat dan dilayani dengan baik oleh tuannya, sehingga si Tikko merasa seperti bos dan memiliki hidup yang menyenangkan, Kerbau yang merasa paling hebat diantara kaumnya.

    Si Tikko yang merasa hidupnya sempurna, berkuasa, hebat, kaya dan dilayani terus oleh tuannya. Si Tikko merasa dia-lah bos yang sebenarnya sedangkan tuannya itu adalah tak lebih dari pembantunya yang menyediakan semua yang diperlukannya. Tetapi malangnya si Tikko tidak pernah tahu bahwa beberapa hari kemudian dia akan dijual untuk disembelih. Betapa malangnya seandainya dia adalah seorang manusia atau sebuah bangsa. Teman-teman mantan parmahan (gembala kerbau) selamat mengenang masa lalu.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Kisah Seorang Anak Yang Membeli Ice Cream

    Pada sekitar tahun 1930-an, ada sebuah kisah yang sangat menginspirasi, yaitu kisah seorang anak
    berumur 10 tahun yang ingin membeli ice cream untuk dirinya. Siang itu, si anak mendatangi sebuah kedai minuman dan langsung duduk di salah satu tempat di dalam kedai itu. Lalu seorang pelayan menghampirinya dan meletakkan gelas air minum di depan si anak.

    Hari itu si anak ingin sekali makan ice cream favorite nya yaitu ice cream sundae. Lalu ia bertanya kepada si pelayan tadi “mba, berapa harga satu porsi ice cream sundae?”. Lalu si pelayan dengan cepat menjawab ” harganya 50 sen dik”. Si anak kemudian mulai merogoh kantung celananya dan mengeluarkan semua uang koin yang ada di dalam kantung celananya itu dengan perlahan, dan menghitung uangnya dengan hati-hati. Sepertinya si anak menyadari bahwa uang nya tidak cukup untuk membeli ice cream sundae karena kemudian dia bertanya lagi pada si pelayan “kalau ice cream yang biasa saja harganya berapa mba?”. Pada saat itu sudah banyak pengunjung kedai itu yang sedang menunggu untuk dilayani. Si pelayan menjadi tidak sabar dan menjawab dengan agak kasar pada si anak “harganya 35 sen”, sambil menunjukkan sikap seperti orang yang sedang jengkel dan ingin meninggalkan si anak karena tidak sabar.

    Lalu dengan perlahan, si anak kemudian menghitung uang koinnya lagi, dan kemudian berkata pada si pelayan “Ya sudah, saya pesan ice cream yang biasa aja mba”. Lalu si pelayan pergi meninggalkan si anak untuk mengambilkan pesanannya itu. Tidak lama kemudia si pelayanan membawakan ice cream pesanan si anak tadi dan meninggalkan bon di meja si anak, lalu si anak mulai menikmati ice cream yang dia pesan.

    Setelah si anak menghabiskan ice cream yang dia beli, lalu dia membayar ice cream tadi di kasir dan langsung pergi dari kedai itu. Ketika si pelayan akan membersihkan meja yang dipakai anak tadi, dia melihat dua koin 5 sen dan 5 koin satu sen yang sengaja diletakkan si anak di samping mangkuk tempat ice creamnya. Inilah alasan kenapa anak itu tidak jadi membeli ice cream sundae seharga 50 sen, karena si anak ingin memberikan uang tip yang layak (15 sen) pada si pelayan. Si pelayan pun kaget atas kebaikan si anak tadi dan mulai menangis karena terharu dan merasa bersalah telah berlaku agak kasar pada si anak.

    Kita pasti pernah berlaku seperti si pelayan pada orang lain yang baru kita kenal. Sangat sering kita cepat mengambil kesimpulan dan menghakimi orang lain karena kita melihat sebuah kejadian hanya dari satu sisi saja – hanya dari sudut pandang kita sendiri.  Sesuatu yang kelihatan tidak baik pada satu sisi belum tentu tidak baik pada sisi yang lainnya. Apa yang dilakukan si anak tadi – menghitung uang koinnya dengan perlahan – membuat si pelayan merasa jengkel, ternyata berujung pada niat baik si anak yang ingin memberikan tip pada si pelayan. Dan sayangnya si pelayan terlalu cepat menghakimi dan terlambat menyadari kebaikan si anak.

    Sebelum kita mengalami hal yang sama seperti cerita di atas, marilah kita belajar untuk memahami suatu peristiwa dan seseorang dari berbagai sudut pandang, agar kita dapat mengambil tindakan dan mengeluarkan perkataan yang lebih baik yang tidak akan kita sesali di masa yang akan datang. Semoga cerita ini menginsipirasi Anda :)

    Lire la suite...


    votre commentaire